logo |

BERITA SUMATERA » Sumatera Barat

Pemadaman Listrik di Sumbar Segera Berkurang

 
Rahmat Widodo   24 Juli 2013 jam 21:03
 
DIBACA : 121
 

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan
 
Sumateraupdate.com - Pemadaman listrik di Sumbar sebetulnya bisa dinihilkan. Atau paling tidak bisa diminimalisir mulai dua atau tiga hari ke depan. Syaratnya, PLN Sumbar dan stakeholders men­jalankan solusi yang ditawarkan Menteri Negara Badan Usaha Milik negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan. Solusi itu yakni, PLN Sumbar minta bantuan daya ke Sumatera Selatan (Sulsel), PT Semen Padang pakai pembangkit sendiri, dan semua hotel pakai genset.
 
“Kapasitas listrik yang digu­nakan satu hotel (besar), sama dengan kebutuhan listrik untuk 10 kampung. Jika semua itu (solusi) terealisasi, pasti banyak yang bisa dipenuhi pasokan listriknya (pengurangan pema­daman,” kata Dahlan yang man­tan Dirut PLN ini, di Gedung Islamic Center Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burha­nuddin Kota Pariaman, kemarin (23/7).
 
Dahlan ke Sumbar atas undangan anggota DPR Fraksi PKS Refrizal meres­mikan program “Bedah Lapau” secara massal. Ratusan warga terlihat memadati tempat acara dalam kegia­tan diakhiri dengan berbuka bersama tersebut. 
 
Solusi Dahlan tersebut disam­paikan secara spontan menjawab “curhat” warga yang mengaku begitu “menderita” karena sering padamnya listrik di Pariaman, atau Sumbar secara keseluruhan. “Listrik mati bisa berkali-kali dalam satu hari. Bahkan, matinya sering pas mau berbuka atau sahur,” keluh ungkap Wakil Bupati Padangpariaman, Damsuar mewakili aspirasi warga yang hadir.
 
Menanggapi “curhat” tersebut, menteri yang dikenal sebagai pejabat yang selalu punya solusi ketika diha­dapkan pada masalah tersebut, lang­sung terkejut. “Saya ke sini langsung dihadapkan pada persoalan listrik. Saya langsung ‘tersetrum’.
 
Saya ndak bisa tidur ini. Sepanjang pidato Pak Refrizal tadi, saya sudah SMS GM PLN Sumbar, apa betul sering terjadi pemadaman di Sumbar? Ternyata, betul,” ungkap Dahlan.
 
Dahlan menjelaskan, penyebab pemadaman listrik di Sumbar, karena ada kerusakan pembangkit di Ombilin, Sawahlunto. Perbaikan pembangkit itu mendesak dilakukan, karena bila ditunda-tunda bisa fatal: pembangkit meledak. Makanya, lanjut penulis buku “Ganti Hati” dan sejumlah buku populer lainnya ini, pembangkit harus dimatikan. Akibatnya, Sumbar keku­rangan pasokan 60 MW. Inilah yang menyebabkan, PLN harus melakukan pemadaman bergilir.
 
Soal pembangkit yang harus dima­tikan total, Dahlan menambahkan, “Tak sama dengan motor, bisa diper­bai­ki meskipun mesinnya hidup. Per­bai­kan pembangkit benar-benar di­ma­tikan, karena menyangkut nyawa orang yang mengerjakan perbaikan itu. Bisa-bisa pembangkit itu meledak.”
 
Selain itu, menurut Dahlan, menu­runnya debit air Danau Singkarak untuk PLTA juga menjadi penyebab kurangnya pasokan listrik di Sumbar.
 
Berapa lama perbaikan? Setidak­nya, kata Dahlan, membutuhkan waktu hingga dua bulan ke depan. Ma­kanya, lanjut dia, harus ada solusi cepat agar warga Pariaman dan Sum­bar umumnya, tak harus gelap-gela­pan saat buka puasa dan Shalat Tarawih.
 
Pada kesempatan itu, Dahlan langsung menginstruksikan GM PLN Sumbar meminta kelebihan pasokan listrik dari Palembang, Sumsel.
 
Dulu waktu Dahlan Dirut PLN, di Sumsel biasanya listrik mati tiga kali sehari. Tapi sekarang Sumsel justru kelebihan pasokan daya listrik. Na­mun, menurut GM PLN Sumbar, bantuan dari Sumsel itu belum cukup menutupi kekurangan pasokan listrik di Sumbar.
 
Dahlan pun kemudian bertanya ke GM PLN, apakah PT Semen Padang dan hotel-hotel di Kota Padang, atau Sumbar memiliki pembangkit sendiri? GM menjawab, semua hotel memiliki gen­set dan PT Semen Padang memiliki pembangkit sendiri. Tapi, Semen Pa­dang selama ini memang tidak meng­gunakan pembangkit tersebut. Sebab, biayanya jauh lebih mahal diban­dingkan menggunakan listrik PLN.
 
“Saya perintahkan GM (PLN Sum­bar) agar menginstruksikan kepada hotel-hotel di Sumbar untuk meng­gu­nakan genset mereka sendiri. Nanti kelebihan biaya operasional karena menggunakan genset itu akan diganti PLN, begitu juga dengan Semen Padang. Direkturnya sudah setuju menggunakan pembangkit milik sendiri,” ujar Dahlan, yang langsung disambut teriakan Alhamdulillah warga yang hadir.
 
Dahlan berkeyakinan, semua solusi bisa terealisasi dalam waktu satu atau tiga hari ke depan. “Jadi, ma­syarakat jangan berpikiran dulu bahwa nanti berbuka lampu langsung hidup. Tapi, tetap mati dalam dua atau tiga hari ke depanlah,” kata Dahlan.
 
Pada kesempatan itu, melalui guyonan Dahlan menunjukkan sikap rendah hatinya. “Jangan berterima kasih kepada saya, tapi berterima kasihlah kepada Pak Refrizal. Bila saya tak ‘dipaksa’ Pak Refrizal (ke Paria­man), pastilah saya tidak mengetahui terjadi kelangkaan listrik di Sumbar,” sebut Dahlan.
 
Pada kesempatan itu, hadir se­jumlah pejabat. Antara lain Wakil Wali Kota Pariaman Helmi Darlis, Kadivre RPG Padang Sutan Zaili Asril, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya. Selain soal listrik, Dahlan juga men­jawab dan menanggapi semua per­tanyaan warga, di antaranya soal keberadaan mobil listrik, dan du­kungan warga yang terus menguat untuk Dahlan sebagai pemimpin.
 
“Apakah mobil listrik ini berhasil? Tantangan banyak sekali, karena pabrik mobil menggunakan BBM pasti akan menentangnya,” ujar Dahlan.
 
Ia melanjutkan, “Kita tidak akan berhasil mengejar ketertinggalan kalau kita buat mobil pakai BBM. Kita tidak akan pernah menang melawan Je­pang. Tapi kalau mobil listrik, Indonesia bisa bersaing, karena semua negara juga baru memulai.”

PLTU Teluk Sirih Beroperasi 
 
Di sisi lain, usai Shalat Tarawih di Masjid Ismael Pasar Kampungdalam, Dahlan menyebutkan bahwa 7 Agus­tus 2013 mendatang, PLTU Teluk Sirih sudah bisa diuji coba. Bila sudah beroperasi, Dahlan berkeyakinan tidak ada lagi krisis listrik di Sumbar
 
“Itu PLTU terbesar di Sumbar. Bila beroperasi mampu menghasilkan pasokan listrik 2x100 MW. Itu sudah cukup untuk memasok listrik di Sumbar,” sebut Dahlan.
 
Tak lama setelah itu, Dahlan dan rom­bongan berkunjung ke kampung Ref­rizal di Basung Nagari Sikuncur, Pa­dangpariaman. Pagi ini Dahlan dijad­walkan bertolak ke Medan meres­mikan Bandara Internasional Kuala Namu Deli Serdang.
 
sumber: padangekspres.co.id

 

   

TERKAIT

Lebaran, 16.500 Kendaraan Padati Sumbar
Angkutan Sumbar Dilarang Naikkan Tarif
Tingkat Kelulusan Ujian Sumbar 99,7%
Gunung Merapi Sumbar Semburkan Asap Putih
 

Pedoman Dewan Pers

Sumatera Update diterbitkan oleh Trans Sumatera Communication
© 2012 www.sumateraupdate.com All rights reserved.


Alamat Kantor Trans-Com :
Jl. Teluk Ratai Nomor 82, Pasar Minggu - Jakarta Selatan
Telp: (+6221) 7883-8823