logo |

BERITA SUMATERA » Aceh

Aceh Gelar Sidang Istimewa Peringati HUT Ke-808

 
Muhammad Sodriie Zakariia   23 April 2013 jam 13:38
 
DIBACA : 93
 

SERAMBI/M ANSHAR
 

Sumateraupdate.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Yudi Kurnia, mengatakan masyarakat di ibukota Provinsi Aceh ini semakin kritis terhadap semua permasalahan yang berkembang. Sehingga para pemimpin di tuntut bekerja dengan baik dalam melayani rakyat.

"Masyarakat selalu mempertanyakan eksistensi eksekutif dan legislatif selaku penyelenggara pemerintahan. Ini menunjukan masyarakat kian kritis," kata Yudi Kurnia, saat memimpin Sidang Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh dalam rangka memperingati HUT ke-808 Kota Banda Aceh, Senin 22 April 2013.

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, sikap kritis masyarakat diperlihatkan dalam bentuk unjuk rasa, pengaduan-pengaduan di media massa dan lainnya. "semua itu merupakan reaksi kritis masyarakat yang harus di terima dengan tangan terbuka, dan kemudian disahuti serta dicarikan solusi terbaiknya," kata Yudi.

Menurut Yudi, tak zamannya lagi pemerintah menutup diri dari segala kritikan. Pemerintah harus terbuka serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam pembangunan. Ia berharap, momentum HUT ke-808 Kota Banda Aceh, kemarin, hendaknya menumbuhkan rasa persatuan dan kebersamaan serta meningkatkan kepedulian eksekutif dan legislatif kepada masyarakat.

Sidang Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh itu dihadiri anggota DPRK Banda Aceh, Wali Kota Ir Mawardy Nurdin MEngSc, Wakil Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal Se, Sekda Drs T Saifuddin TA MSi, kepala SKPK Banda Aceh dan unsur Musipida, serta undangan lainnya.

Sementara Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin dalam pidatonya pada sidang tersebut antara lain mengurai sejumlah keberhasilan Pemko Banda Aceh. Keberhasilan itu, kata Mawardy , tercapai karena kerja keras dan kerja sama antara eksekutif dan legislatif, serta peran aktif seluruh masyarakat kota.

Progra pembangunan terbaru yang akan dilakukan Pemko yaitu mewujudkan transportasi air untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kota ini. Program Water Front City ini mulai berjalan setelah Pemko Pemdo Banda Aceh menandatatangani kerjasama dengan Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum Ri, baru-baru ini.

Wali Kota menegaskan, penerapan syariat Islam tetap menjadi prioritas dan fokus pembangunan tahun ini. Terkait kasus dugaan mesum pegawai Pemko yang kemudian pegawai itu dilepaskan oleh pejabat terkait, menurut Mawardy, hal itu menjadi pelajaran penting dalam pelaksanaan syariat Islam di kota ini.

Presiden tersebut akan dievaluasi secara mendalam. Namun kejadian itu bukan berarti kemunduran dalam implementasi syariat Islam di Kota Banda Aceh. "Sekali lagi, dalam kesempatan ini kami menegaskan komitmen kami untuk menjalankan syariat Islam dengan segala konsekwensinya. Ini sebagai upaya membangun masyarakat madani di kota ini," kata Mawardy. (Rama Pratama)

 

   

TERKAIT

Polres Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe Dirikan Pos Mudik
Sidang Dukun Cabul, Warga Trienggadeng Kembali Datangi PN Banda Aceh
Mudik, Polda Aceh Terjunkan 1.170 Personil
Aceh Kibarkan Bendera 15 Agustus, Pusat Belum Mau Komentar
 

Pedoman Dewan Pers

Sumatera Update diterbitkan oleh Trans Sumatera Communication
© 2012 www.sumateraupdate.com All rights reserved.


Alamat Kantor Trans-Com :
Jl. Teluk Ratai Nomor 82, Pasar Minggu - Jakarta Selatan
Telp: (+6221) 7883-8823